14
Apr
10

Pengembangan Strategi Pemasaran Interaktif

Ada beberapa hal yang perlu dan penting untuk diperhatikan dalam pemasaran interaktif atau dalam hal ini ialah pemasaran dengan metode online menggunakan website. Hal yang perlu diingat ialah bahwa tetap perlu ada komponen stratejik yang tercantum di dalamnya, karena tak lain ini masih merupakan bagian dari strategi pemasaran sang perusahaan.

Sebelum memasuki mengenai perencanaan pemasaran internet, perlu diketahui bagaimana hubungan antara strategi pemasaran dan strategi bisnis. Seberapa pentingkah peranan strategi bisnis dalam menerapkan strategi pemasaran, dan terutama pemasaran interaktif? Mengapa tetap perlu strategi pemasaran sedemikian rupa, sementara strategi bisnis sendiri sudah memberikan masukan untuk keuntungan perusahaan? Berikut ialah beberapa alasan mengapa tetap diperlukan strategi pemasaran interaktif mendukung kondisi bisnis sebuah perusahaan:

  1. Pemasaran interaktif merupakan strategi yang secara detail menangani hal-hal spesifik untuk mendukung strategi pemasaran secara umumnya
  2. Pemasaran merupakan bagian dari investasi, termasuk di dalamnya sebuah pemasaran interaktif melalui sebuah website
  3. Investasi pemasaran interaktif juga bisa dirasakan melalui update-nya suatu situs
  4. Website ialah media komunikasi atau saluran komunikasi yang menghubungkan perusahaan dengan situasi penjualan secara signifikan

Kemudian, ada pula beberapa level dalam pengembangan suatu website. Level ini seperti merupakan tahapan yang dilalui perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran interaktifnya. Mereka ialah sebagaimana yang tersebut di bawah ini:

  1. Level 0. Tidak ada website, atau belum ada website.
  2. Level 1. Perusahaan mendaftarkan dirinya dalam sebuah direktori online seperti Yello Pages (www.yell.co.uk) sehingga ketika seseorang melakukan pencarian di sana, nama perusahaan tersebut akan muncul. Dalam tahap ini, perusahaan masih belum memiliki website sendiri.
  3. Level 2. Perusahaan membuat sebuah situs statis yang menampilkan informasi-informasi mengenai usahanya dan produknya. Dengan kata lain sebuah brochureware, atau perangkat brosur online, tidak ada bedanya dengan brosur konvensional. Masih belum ada interaksi signifikan, namun, karena biayanya yang murah, banyak dipakai perusahaan berada dalam tahapan ini.
  4. Level 3. Perusahaan sudah memiliki website yang cukup interaktif, dengan bisa memasukkan kotak pencarian, melihat harga dan ketentuan lainnya, serta tersedianya e-mail untuk keperluan kontak.
  5. Level 4. Website perusahaan yang tingkat interaktifnya sudah naik, dengan memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk terlibat sebagai member, dan bisa melakukan transaksi jual-beli secara online di sana.
  6. Level 5. Interaktivitas website suatu perusahaan sudah pada tahap puncak, segala bentuk pemasaran hadir di sana.

Dan berikut ini ialah potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari pemasaran interaktif terhadap situasi bisnis sang perusahaan menurut Sterne (1999):

-         Imej perusahaan yang terangkat

-         Layanan pelanggan (customer service) terangkat

-         Visibilitas perusahaan meningkat

-         Perluasan pasar

-         Transaksi online

-         Biaya komunikasi yang lebih rendah

Hal-hal di atas sudah cukup menampilkan banyak potensi keuntungan yang bisa diraih dari strategi pemasaran interaktif melalui website, terutama salah satunya terhadap kondisi bisnis perusahaan. Maka, selanjutnya ialah bagaimana agar strategi pemasaran interaktif itu bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan seperti di atas? Untuk itulah kita memerlukan apa yang dinamakan dengan internet marketing plan atau perencanaan pemasaran internet.

Pertama, penting dalam sebuah strategi pemasaran untuk mengetahui siapa sebenarnya target audiens kita, siapa sebenarnya kelompok masyarakat yang potensial untuk menjadi pelanggan kita, dan lain sebagainya.

Penetapan audiens dan target market ini bisa kita tentukan atau pilih (dengan sebelumnya mengacu terhadap produk) sesuai dengan beberapa karakteristik, seperti karakteristik demografi, karakteristik psikografi, karakteristik synchografi, dan technografi (ini penting terutama karena kita sedang membicarakan media interaktif sebuah website, internet).

Kondisi tersebut tentunya berpengaruh, termasuk di dalamnya karena faktor budaya kelompok masyarakat yang berbeda satu sama lainnya, faktor bahasa yang berbeda-beda, dan tentu saja perbedaan dalam kebutuhan (produk apa yang sebenarnya mereka butuhkan).

Selanjutnya, ialah mengintegrasikan fungsi internet. Kita perlu mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki internet dan website dari yang paling statis hingga yang paling dinamis dan interaktif.

Setelah mengetahui hal tersebut, perlu juga kita telaah cakupan yang akan kita masukkan melalui internet mengenai strategi pemasaran interaktif mereka. Fitur-fitur apa yang ingin atau akan kita terapkan maupun gunakan? Apa kampanye-nya? Bagaimana meng-update informasinya? Bagaimana peranan humas dalam perekembangan websitenya bagamana bentuk layanan after sales-nya? Bagaimana bentuk atau metode transaksi yang akan digunakan? Dan lain sebagainya.

Yang keempat, ialah bagaimana kita ’membawa’ brand kita ke internet. Tentunya media internet berbeda dengan media konvensional lainnya (cetak, siar) dalam proses pengangkatan suatu brand di dalamnya.

Yang kelima, ialah berstrategi untuk menggandeng pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama dan bermitra. Dimulai dari pihak desainer web, pihak promosi, distribusi, hingga kuasa hukum atas goodwill atau hak-hak lainnya.

Selanjutnya, setelah berbagai pihak direkrut dan diajak untuk bekerja sama maupun bermitra, maka diperlukan sebuah organisasi yang struktural sehingga penempatan mereka semua jelas dalam menjalankan proyek pemasaran interaktif ini.

Setelah tahapan tersebut, tentu penting untuk memikirkan hal berikutnya, yaitu, budget. Proyek ini tetap merupakan sebuah proyek dengan dana tidak kecil, sehingga perlu diperhitungkan berapa biaya yang perlu dikeluarkan. Ini juga penting untuk diingatkan kepada para anggota proyek yang lain, sehingga mereka bisa komitmen dengan proyek yang berbiaya tersebut.

Terakhir, ialah menyusun jadwal untuk segala kegiatan yang tercakup dalam proyek ini. Mulai dari pra-perencanaan, perencanaan konten website, pengembangan konten dan tes konten, publisitas perdana, hingga launching website secara resmi.

Sumber: Modul Perkuliahan Media dan Pemasaran Interaktif. SAP 11.


0 Responses to “Pengembangan Strategi Pemasaran Interaktif”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


ibreakcalendar

April 2010
M T W T F S S
« Mar   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: